Sumbangan Rp2 Triliun Belum Bisa Dicairkan, Polda Sumsel Minta Klarifikasi Anak Akidi Tio dan Prof Hardi

0 378

PALEMBANG, Trasnews.co – Polda Sumsel mengundang Heriyanti (anak Akidi Tio) dan Prof Hardi Darmawan ke Mapolda Sumsel, Senin (2/8/2021) guna memberi klarifikasi terkait kendala dalam pencairan dana sumbangan Rp2 triliun melalui bilyet giro Bank Mandiri untuk penanganan pandemi Covid-19 di Sumsel sehingga dana tersebut belum bisa dicairkan sesuai rencana, yakni hari ini , Senin (2/8/2021).

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sumsel Kombes Supriadi menegaskan, terkait maraknya pemberitaan yang menyebut Heriyanti anak Akidi Tio telah menjadi tersangka terkait kasus hoaks sumbangan Rp2 triliun, tidak benar.

Dikatakan Supriadi, saat ini Heriyanti, anak Akidi Tio masih dimintai keterangan terkait sumbangan Rp2 triliun yang rencananya akan diberikan untuk penanganan pandemi Covid-19 di Sumsel. Saat penyerahan sumbangan secara simbolis di Mapolda Sumsel yang disaksikan sejumlah pejabat penting Sumsel, seperti Gubernur, Danrem dan stacholder pada Senin (26/7/2021), dana Rp2 triliun itu direncanakan cair, Senin (2/8/2021) dengan menggunakan bilyet giro Bank Mandiri pukul 14.00 WIB. Namun, sampai waktu yang ditentukan, uang tersebut ternyata belum bisa dicairkan karena mengalami beberapa kendala.

“Pada hari ini, ibu Heriyanti kita undang ke Polda. Perlu digarisbawahi, kita undang bukan kita tangkap. Kita undang untuk datang ke Polda untuk memberikan klarifikasi terkait penyerahan dana Rp 2 triliun melalui bilyet giro,” kata Supriadi saat memberikan keterangan pers kepada wartawan, di Mapolda Sumsel, Senin (2/8/2021).

Bilyet giro ini, tambahnya tidak bisa dicairkan karena ada kendala teknis.

“Kita tunggu sampai pukul 14. 00 WIB ternyata belum ada informasi, sehingga kita undang ke Polda Sumsel. Bukan ditangkap,” tegas Supriadi.

Sementara Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrimum) Polda Sumsel Kombes Pol Hisar Siallagan meminta masyarakat untuk bersabar terkait kasus tersebut.

“Apakah dana pada 26 Juli kemarin (Rp 2 triliun) ada atau tidak. Kami mohon sabar, pemeriksaan baru satu jam. Tentu akan kami lakukan terus sampai kami dapat gambaran jelas, motif maupun dananya seperti itu,” ujar Hisar. (AAT)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.