Setahun Buron, Bandit Pecah Kaca Tertangkap di Talang Aman

0 11

PALEMBANG, Trasnews.co-
Setahun menjadi buronan polisi, akhirnya “bandit pecah kaca” Ansori alias Aan (47) berhasil ditangkap Tim Beguyur Bae Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Palembang di kawasan Jalan Swadaya, Kelurahan Talang Aman, Kecamatan Kemuning, Palembang, Rabu (29/9/2021) sekitar pukul 20.00 WIB.

Berdasarkan data dihimpun, tersangka Ansori merampas tas berisikan uang Rp140 juta milik korban Salman Raziq (31) warga Jalan Sultan Syahrir, Kelurahan 5 Ilir, Kecamatan IT II Palembang.

Kejadian bermula ketika korban mengambil uang di Bank BCA Cabang Celentang, Rabu (19/9/2021) sekitar pukul 12.00 WIB senilai Rp140 juta yang dimasukan ke dalam kantong plastik hitam.
Setelah itu korban mampir sejenak untuk makan siang di rumah makan di kawasan Jalan Demang Lebar Daun, Kecamatan IB I Palembang. Saat Ansori turun, pelaku langsung memecahkan kaca mobilnya lalu mengambil kantong berisikan uang milik korban.

Kasat Reskrim Polrestabes Palembang Kompol Tri Wahyudi membenarkan pihaknya telah mengamankan buronan kasus pencurian dengan pemberatan dengan modus pecah kaca.

“Kami Satreskrim tadi malam mengamankan satu orang pelaku yang kita kenakan pasal 363 KUHP dengan modus pecah kaca,” kata Kompol Tri Wahyudi saat dibincangi awak media di ruang kerjanya, Kamis (30/9/2021) siang.

Dikatakan, motif pelaku dengan mengikuti korban yang mengambil uang di bank. Kemudian, saat merasa aman pelaku mulai melancarkan aksinya dan mengambil uang di bawah kursi sopir.

“Kejadiannya satu tahun lalu. Selama buron pelaku berpindah-pindah tempat tinggal. Kadang Palembang, Muaraenim, Prabumulih, dan kembali lagi ke Palembang,” jelas Kompol Tri Wahyudi.

Dari CCTV yang kita dapatkan, tambahnya pelaku beraksi sendirian.

“Dia ini sopir travel, karena sepi jadi dia nekat melakukan pecah kaca,” terang Kasat.

Semetara tersangka, mangaku uang tersebut sudah habis digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup, beli ponsel dan motor.

“Barang bukti yang kita amankan, yakni sepeda motor yang dibeli dengan uang hasil kejahatan,” pungkas Kasat. (AAT)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.