“Penyakit Bukanlah Penyebab Kematian” 

# Bedah Puisi Advokat AminTras 

0 240

PALEMBANG, Trasnews.co-

Banyaknya kematian akibat Pandemi Covid-19 hingga berdampak pada kejiwaan dan berbagai sendi kehidupan masyarakat. Situasi ini menggugah Advokat Amin Tras untuk memberi pencerahan pada anak bangsa melalui rangkaian puisi yang intinya mengajak untuk kembali pada Sang Pencipta. Bahwa “Penyakit Bukanlah Penyebab Kematian”. 

Hal di atas diungkap oleh  Anto Narasoma selaku penyair dan sastrawan dalam dialog bedah puisi berjudul Corona Allah, Jangan Tantang Aku dan Sayangi Aku bersama Amin Tras selaku penulis puisi, Jumat (20/08/2021).

Pesan yanq ingin disampaikan bahwa, Corona ini datangnya dari Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa..jadi jika anak bangsa ini sadar bahwa Corona ini atas kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa, ya jangan dilawan atau jangan ditantang, karenanya dalam bait puisi selanjutnya berjudul “Sayangi Aku” menerangkan makna ungkapan kata dalam puisi berjudul “Jangan Tantang Aku” dengan kata-kata..’Aku adalah Corona Allah, Aku datang membawa kebaikan, Aku datang membawa Keberkahan, Aku datang membawa Ilmu pengetahuan, Aku datang membawa Hikmah.

Menurut Amin Tras, dikatakan virus ini membawa keberkahan adalah pada prinsipnya jika kita menyadari bahwa yang terjadi saat ini adalah atas kehendak Allah, tentu cara berpikir kita akan positif dan otomatis berdampak pada penguatan imun kita. Hingga tidak terpapar virus Corona, Bukankah hal ini merupakan berkah bagi kita.

Terkait banyaknya kematian akibat terdampak oleh penyakit, menurut Amin Tras ada dua pemahaman hukum, bahwa Setiap yang hidup pasti mengalami mati dan Setiap penyakit pasti ada obatnya.

“Selama ini yang saya pelajari dan saya pahami, bahwa orang mati itu memang karena sudah ajal. Tidak ada keterangan yang menyatakan orang mati itu disebabkan oleh penyakit. Nah, terkait virus obatnya adalah imun,” ungkap pria yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPD Kongres Advokat Indonesia (KAI) Sumsel ini.

Dijelaskan, Segala sesuatu itu terjadi atas kehendak Allah, Tuhan Yang Maha Esa, maka kehadiran serta penguatan Imun pada diri kita tentu atas seizin Tuhan. Artinya, ketika kita meyakini bahwa segala sesuatu itu terjadi atas kehendak Tuhan, maka imun kita akan menguat hingga dapat terhindar dari penyakit.

Tak hanya sebatas itu, pemahaman atas kehadiran virus Corona ini dituangkannya dalam bentuk rangkaian puisi (Corona Allah, Jangan Tantang Aku dan Sayangi Aku) ketiga puisi ini ditulis tahun lalu sejak awal virus Corona ini mulai mewabah.

Puisi tersebut disosialisasikan dalam bentuk lomba Vidio Puisi  via media sosial (YouTube dan Instagram) dengan harapan dapat memberi pencerahan pada masyarakat dari Sabang sampai Merauke. 

“Alhamdulillah, lomba ini direspon positif oleh anak bangsa dari berbagai provinsi di Indonesia dengan berpartisipasi sebagai peserta,” kata Amin Tras yang juga Ketua Badan Penyuluhan dan Pembelaan Hukum (BPPH) Pemuda Pancasila Provinsi Sumsel.

Tercatat lomba ini diikuti 67 peserta yang diantaranya berasal dari, Jakarta, Medan, Lampung, Kalimantan bahkan Papua. Penampilan peserta lomba Vidio Puisi karya Advokat AminTras ini dapat disaksikan melalui Chanel You Tube Advokat Amin Tras (AAT).

Kembali ke pemaknaan puisi di atas dalam menyikapi virus Corona menurut Amin Tras ada dua pemahaman, yakni; Takut dan Berani. Dalam hal ini Takut boleh, karena rasa takut juga datangnya dari Tuhan. Berani boleh karena Keberanian pun berasal dari Tuhan, tapi jangan bersikap berlebihan atau lebay istilah anak sekarang.

Dan dalam menyikapi rasa takut dan rasa berani ini, kita harus berdiri diantara keduanya. Caranya tak lain dengan jiwa yang tenang, sabar dan ikhlas sehingga kita mampu memahami takdir dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

Rasa takut yang berlebihan harus dilawan juga, karena jika dibiarkan Corona belum datang kita sudah mati duluan. Demikian juga dengan Berani, hal ini tidak bagus juga, istilahnya menantang seperti mengabaikan imbauan pemerintah tentang Protokol Kesehatan (Prokes) seperti, jaga jarak, pakai masker dan mencuci tangan jika diabaikan tentu akan terpapar.

Amin Tras berharap, jika ada yang terlanjur terpapar virus Corona, jangan dimusuhi/ dikucilkan karena itu juga atas kehendak Tuhan. Seperti yang tertuang dalam puisi, kita harus saling menguatkan, peduli dengan sesama, bergotong-royong dan berbagi kasih. 

“Akibat pandemi inikan global, mencakup berbagai sisi kehidupan terutama ekonomi. Untuk itu, diharapkan bagi anak bangsa yang ekonominya kuat harus membantu yang lemah sehingga terjadi keseimbangan,” pungkasnya. (fey)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.