Penyair Asal Aceh Sebut Puisi Corona Allah Karya Advokat Amin Tras Miliki Lapisan Reliji dan Nilai Sosial

0 173

PALEMBANG, Trasnews.co-

MENCERMATI lomba puisi bertajuk “Corona Allah”, “Jangan Tantang Aku” dan “Sayangi Aku” memberi dua pengajaran tentang akhlak dan seni sastra.
Menurut penyair nasional asal Aceh, Fikar W Eda, di era pendemi virus corona penyelenggaraannya secara webinar sangat tepat.

Sebab, selain diikuti 68 peserta baca puisi secara nasional, gelaran lomba itu memberi daya tawar tentang dedikasi akhlak dan nilai sastra.

“Mengapa begitu? Coba saja baca dari tiga puisi itu. Ada nilai unik yang dipaparkan penulis puisinya,” ujar Fikar saat dimintai komentarnya, Selasa (24/8/2021).

Menurut Fikar, kandungan isi puisi Amin Tras itu memiliki kaidah religi. Apalagi ia menjelaskan, “Virus Corona jangan ditantang, tapi disikapi dengan kasih. Wah, ini ide dan konotasi yang hebat,” ujar Fikar.

Sebab, katanya, menulis puisi itu memiliki kajian tentang isi secara eksterinsik (kaidah luar) dan intrinsik (kaidah dalam). Jika si penyair mampu memadukan nilai luar dan dalam, maka secara estetika puisi itu terbilang kuat.

Seperti yang diungkap BP Simatupang, kata Fikar, cipta sastra dapat diteliti secara analisis. Analisis itu bisa dikaji lewat sikap efonis yang berusaha menjelaskan lapisan bunyi dalam cipta sastra.

“Lewat analisis ini, didapati kenyataan bahwa lapis bunyi dapat dikembangkan di dalam puisi, seperti yang dilakukan penyelenggara (Advokat Amin Tras),” katanya.

Karena itu Fikar sangat mendukung usaha pengembangan sastra puisi secara nasional melalui program webiner. “Sukses untuk Amin Tras,” pungkasnya. (Anto Narasoma)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.