Pengeroyokan Malam Tahun Baru Depan TVRI Direkontruksi

0 10

PALEMBANG, Trasnews.co – Guna melengkapi berkas perkara, Penyidik Ranmor Satreskrim Polrestabes Palembang mengelar rekontruksi pengeroyokan yang menyebabkan korban Fikri meninggal dunia malam tahun baru, di Jalan POM IX depan Taman TVRI pada Sabtu (1/1/2022) pukul 02.00 WIB, Senin (31/1/2022).

Rekontruksi yang berlangsung di depan Polrestabes Palembang dipimpin Kanit Ranmor, Iptu Irsan, dengan melibatkan para tersangka Wahyu Romadhon, Miko Radetya, M Rio Maulana, Rio Fernando (DPO) dan saksi-saksi, Lawalatan, Sutan Sulaiman, M Rahman Ilham, M Indra Bakti, Fajri Padilah, serta M Alvin.

“Reka Ulang ini tujuannya untuk mengetahui peranan masing-masing tersangka saat mengeksekusi korbannya,” jelas Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Mochamad Ngajib melalui Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, Kompol Tri Wahyudi.

Terdapat 25 adegan rekonstruksi yang diperankan masing-masing tersangka dan disaksikan rekan-rekannya.

“Rekontruksi ini bagian kelengkapan berkas perkara yang nantinya akan segera naik ke persidangan,” ungkap Kasat Reskrim.

Kompol Tri Wahyudi menjelaskan, anggotanya memilih lokasi rekontruksi di
halaman Mapolrestabes Palembang, karena terdapat beberapa pertimbangan.

“Ya, kita memang tidak gelar dilokasi kejadian karena pertimbangan keamanan.
Selain itu, disini memudahkan komunikasi antara pihak satu dan yang lain,” bebernya.

Kompol Tri Wahyudi mengatakan untuk motif dari pengeroyokan yang menyebabkan korban meninggal dunia, dikarenakan adanya salah paham. Korban terpisah dari rombongannya, didatangi oleh para tersangka dan langsung membacok korban.

Peristiwa yang merenggut nyawa korban ini bermula dari korban dan para tersangka bertemu dilokasi kejadian. Dikarenakan tidak terima ditegur, korban mencabut parang dan mengibaskan hingga melukai jari tangan saksi M Indra Bakti, Fajri Padilah dan M Alvin.

Melihat rekan-rekan tersangka terluka, tersangka Wahyu Romadhon, Miko Radetya, M Rio Maulana, Rio Fernando mendatangi korban dan merebut parang yang dipegangnya. Perlawanan sempat terjadi, namun ketiga tersangka berhasil merebut parang tersebut. Dengan masing-masing membacokan parang sebanyak satu kali ditubuh korban, rombongan inipun pergi meninggalkan korban yang terluka. Sementara korban yang terluka dibantu saksi Lawalatan Tapaku Bumi dan warga membawa ke rumah sakit terdekat. Naas, korban kehabisan darah dan meninggal dunia.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.