Kapolda Sumsel Akui Kesalahan

0 1.276

PALEMBANG, Trasnews.co – Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Prof Eko Indra Heri mengakui kekhilafannya sebagai manusia biasa, atas kekisruhan yang terjadi dalam sumbangan dana Rp 2 Triliun untuk penanggulangan covid 19 beberapa waktu lalu, Kamis (5/8/2021).

“Saya atas nama pribadi meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia khususnya kepada Bapak Kapolri, Mabes Polri, seluruh anggota Polri se-Indonesia, tokoh agama dan masyarakat,” jelas Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Prof Eko Indra Heri, kepada sejumlah wartawan.

Jendral Bintang Dua ini mengakui kesalahannya atas ketidakhati-hatian atas mendapatkan informasi dana hibah sebesar Rp 2 T untuk penanganan Covid-19 untuk masyarakat Sumsel.

“Terkhusus bagi Bapak Gubernur, Pangdam, dan unsur yang terlibat dan saya libatkan dalam sumbangan Covid-19 ini. Awalnya dana hibah yang bakal diberikan bermula dari saya yang menerim informasi Kadinkes Sumsel, Lesty Nurainy, bahwa ada donatur yang bakal memberikan bantuan untuk Covid-19 melalui dokter keluarga Alm Akidi Tio, Prof Hardi,” terang orang nomor satu di Polda Sumsel itu.

Diungkapkan Kapolda, dirinya tidak mengenal anak perempuan Akidi Tio, Heryanty.

“Jujur saja, saya tidak mengenal Heryanty, tapi saya mengenal anak sulung Akidi Tio, bernama Ahok saat bertugas di Aceh,” bebernya.

Bahasan sebelumnya, Prof Hardi dan Kadinkes Sumsel, Heriyanty menjelaskan dana tersebut diberikan dalam bentuk cek, bilyet giro.

“Saya sudah membentuk tim mencari kebenaran dana tersebut, setelah dicek ternyata dana itu belum ada,” tukasnya.

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.