Adi Warman Tegaskan GNPK Tak Ada Hubungan dengan GNPK RI

0 246

Terkait Penahanan Ketum GNPK RI, Basri Budi Utomo dalam Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik

JAKARTA, Trasnews.com –

Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GNPK) H Adi Warman, SH, MH, MBA menegaskan bahwa GNPK yang dipimpinnya berbeda dan tidak ada hubungannya dengan GNPK RI yang dipimpin Basri Budi Utomo yang saat ini sedang diadili di Pengadilan Negeri (PN) Tegal. Hal ini sebagaimana rilis yang diterima awak media ( Senin, 31/5).

Dengan ada pemberitaan di Media Online dan cetak terkait Ketum GNPK RI Basri Budi Utomo yang saat ini ditahan dan diadili di PN Tegal, maka perlu saya klarifikasi bahwa GNPK yang Saya pimpin tidak memakai RI. Dan bedanya juga dihuruf “P” yaitu Pemberantasan sedangkan GNPK RI huruf “P” nya Pencegahan. Selain itu GNPK Ori (Aslil) yang saya pimpin merupakan Ormas yang berdiri tahun 2004. Dan memang sepintas mirip, Banyak Masyarakat yang terkecoh, dikira pimpinannya saya,” ungkap Adiwarman yang juga Ahli hukum Watimpres RI ini.

Selanjutnya Adi Warman juga menjelaskan, bahwa memang Basri Mantan Wakil Ketua Umum GNPK yang diberhentikan melalui proses persidangan di Dewan Kehormatan/ Etik DPN GNPK. Kemudian setelah diberhentikan, Basri justru mengklaim mengundurkan diri dari GNPK. Kemudian membentuk GNPK RI.

“Sebenarnya jujur, nama yang mirip GNPK seperti ini bisa mengajukan upaya hukum kepada yang bersangkutan, namun itu tidak saya lakukan sesuai saran dari Ketua Dewan Pembina saat itu, Bapak Irjen(Pol) Prof. Dr. Farouq Muhammad yang meminta jangan digugat. Nanti akan tahu, siapa yang loyang dan siapa yang emas, ” ungkap Adi Warman menirukan ucapan Ketua Pembinanya saat itu.

Dan Adi Warman juga menyampaikan, ada juga laporan dari seseorang yang dicatut namanya untuk pendirian Organisasinya di Polda Metro Jaya Jakarta,” Kasusnya masih berjalan, ini kan merupakan tamparan berat dan perihati.

“Oleh karena itu, agar semua aktifis GNPK untuk merapatkan barisan dalam pemberantasan Korupsi sesuai peraturan organisasi GNPK yang beretika dan tidak melanggar hukum,” tandas pria yang juga Wakil Ketua Umum DPN PERADI ini.

Seperti diketahui, Ketum GNPK RI Basri Budi Utomo dilaporkan Komandan Kodim (Dandim) 0712 Tegal Letkol Inf Sutan Pandapotan Siregar ke polisi, karena diduga telah mencemarkan nama baik institusi dengan menyebarkan berita bohong di media sosial. Polres Tegal Kota yang menerima laporan sempat menggelar mediasi dengan menghadirkan keduanya pada Kamis (25/3/2021), namun gagal menemui kesepakatan damai. (ril/ AT)

 

 

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.